Uncategorized

Puncak Darajat, Garut

Agenda hari pertama di Garut adalah ke Darajat Pass Resort, Puncak Darajat. Jarak tempuh dari kota Garut sekitar 19 KM, ditempuh lebih kurang 30 menit.

Melewati jalan yang cukup kecil, cukup untuk dilewati 2 mobil, tapi bila bus besar, salah satu harus berhenti, apalagi ketepatan di tikungan, bisa harus mundur terlebih dahulu.

Dengan bermodalkan google map, kita berangkat dari hotel sudah jam 4 sore, sampai di Darajat kondisi hujan dan kabut tebal.

Melewati kebun-kebun, kampung, dan kita tidak mengira di atas ada tempat wisata, kurang penunjuk arahnya. tapi syukurnya kondisi jalan mulus.

Disarankan ke sana jangan musim hujan, karena kalau kondisi langit cerah, dari Darajat Pass bisa berendam air hangat, sambil menikmati pemandangan kota Garut dari ketinggian.

Tiket masuk Rp. 25.000, mobil Rp. 10.000.

Darajat Pass Resort memiliki 3 kolam. Untuk kolam dewasa yang cukup dalam ( 1- 1.2 M), kolam balita (30 Cm), dan kolam bermain seperti waterboom.

Mami & Kalev gaya dulu nih sebelum nyembung ke kolam air hangat ;)
Mami & Kalev gaya dulu nih sebelum nyembung ke kolam air hangat 😉

Bermain air saja sudah pasti menyenangkan untuk anak seumuran Kalev, apalagi airnya air hangat, sudah pasti betah tidak mau keluar dari kolam 😀

Kalau kamu go show ke sana, terus ga bawa baju ganti, atau baju renang, di sana ada yang jual kok, harganya juga masih masuk akal, ga nggetok banget 😉

Resort ini buka sampai jam 11 malam. Dan kita bisa juga menginap di sini, sayang saya tidak sempat melihat kondisi kamarnya seperti apa. Pasti menyenangkan menginap di sini, menikmati udara sejuk dan melihat pemandangan kota Garut. Lain kali kalau harga kamarnya masuk akal ingin juga mencoba menginap di sini.

Pulang dari Darajat Pass ke hotel sudah malam, dan kabut tebaaaallll, nyetir harus hati-hati karena jalan berkelok dan kabut tebal jarak pandang sangat terbatas, diuntungkan dengan memakai GPS, setidaknya kita tahu ada tikungan di depan.

Tunggu liburan saat tidak musim hujan lagi, saya pasti akan kembali ke Darajat Pass 🙂

Advertisements
Uncategorized

Fave Hotel – Garut

Salah satu nilai lebih mengurus perjalanan kantor  sendiri dari tiket dan juga hotel adalah dapat poin Agoda, iya.. saya selalu booking hotel  lewat Agoda. Sedikit effort menulis review-nya dan bisa ngumpulin poin.

Poin tersebut bisa saya tukarkan sewaktu memesan hotel, dan tentu saja saya pakai untuk memesan hotel di kala liburan 😀 Lumayankan untuk menghemat biaya liburan.

Review di Agoda dan Trip Advisor juga mempengaruhi saya untuk memilih hotel, dan pastinya juga insider deal dari Agoda, jadi dapat yang terbaik, dari sisi harga dan juga kenyamanan. 😉

Kali ini saya memilih Fave Hotel Garut, dengan alasan hotelnya masih baru, berada di tengah kota dan mudah mencari makanan.

Jarak tempuh dari Rumah kami di Bekasi ke Fave Hotel Garut 185 km, nyetir santai ditempuh selama 3 jam, bayar tol 53.500, dari pintu keluar  tol menuju Garut sekitar 40 km.

Begini nih penampakan Fave Hotel Garut

                                                Tampak depan fave hotel GAru

Nilai Lebih :

  • Hotel masih baru, kondisi kamar bersih dan wangi
  • Mudah untuk mencari makanan
  • Harga cukup terjangkau
  • Berada di pusat kota Garut
  • Staffnya cukup helpfull, pinjam hairdryer langsung cepat diantar ke kamar.

Kekurangannya :

  • Sepertinya staff-nya kurang, sewaktu kita menginap kamarnya full booked, dan pada saat sarapan banyak makanan yang sudah habis tidak langsung diisi kembali. Mau minta ini itu, tidak ada staff yang stand by, semuanya di dapur.
  • Kolam renang belum 100% jadi. Ini bisa dimaklumi karena hotel masih baru.

Apakah saya akan kembali ke hotel ini? YA, apalagi ada promo dari AGODA 🙂 🙂

Uncategorized

Indah dan Scoliosis

Selama hidup tidak pernah merasakan sakit yang berarti, sewaktu pagi ini dokter mendiagnosis saya menderita skoliosis, kok ya rasanya sedih bener ya…

Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yaitu melengkung ke samping dengan bentuk huruf S.

Rata-rata penderita skoliosis adalah perempuan, dan ditanya penyebabnya kenapa, dokter bilang sudah bawaan.

Saya tanya dokternya, ini skoliosis tipe apa, jawabnya scoliosis thoracolumbalis.

Saya ke dokter sendirian, saya pikir nyeri di bahu karena sebulan yang lalu saya terjatuh dari motor, mungkin ada posisi tulang yang ga beres, mungkin beberapa kali theraphy bakal sembuh, jadi di perjalanan commuterline tanya teman dokter tulang yang pernah dia cerita.

Dengan tidak berpikir macem-macem langsung ke rumah sakit dari stasiun, tepat dokternya juga praktek pagi. Saya cek ke dokter Muki Partono, jadwal prakteknya bisa dilihat di web ini.

Tidak mudah menerima kalau kamu dikatakan tidak normal. Sewaktu ngantri obat dan pembayaran sudah pingin nangis aja, sendiri pulak.. (sebenarnya nangis dikit sih)

Dokter bilang ga bisa olah raga yang berat-berat, selamat tinggal dengan kelas RPM, body combat, body pump, zumba dan kawan-kawan lainnya.

Dokter bilang tidak boleh bersepeda, saya tetap kekeuh nanya “sepeda statis boleh kan dok??” dokternya jawab “kalo posisi naik sepedanya senderan ke belakang boleh” jiahhhh mana ada sepeda di gym yang posisi sandaran ke belakang 😦

Saya sebut kelas-kelas yang lainnya, intinya saya cuma boleh olah raga pilates, yoga dan berenang.

Rasanya sediiiihhhh banget, bilang aja deh Indah lebay.. cengeng atau apalah. Tapi selama ini salah satu penghilang stress ya olah raga di gym, kelas yang sering saya ikut RPM dan body pump. Dan itu tidak boleh lagi. kan Indah bisa langsing lagi kayak sekarang gara-gara RPM, singset padet karena body pump.

Tidak ada obat  yang diberikan, karena ini ringan tidak lebih dari 20 derajat tidak ada tindakan apa-apa, hanya 6 bulan kemudian harus cek lagi.

Tadi saya mau tambah image di posting ini, biar lebih menarik, tapi setelah search di google “scoliosis” yang jadi saya malah stress 😛 Gambarnya ajaib-ajaib, mungkin itu sudah parah.

Ah.. lebih baik saya search yoga pants model terbaru saja ya.. atau cari diskonan swimsuit speedo 😀

ga jelas, Gawe, Indah lagi Indah lagi

Semangat Kerja

Tergesa-gesa membuka file excel, menyiapkan claim bulanan, kurir DHL akan pick up dokumen hari ini, yahhhh…rutinitas bulanan yang harus dilakukan kecuali situ mau tagihan henpon bayar sendiri.

Claim untuk bulan Januari, membuat folder baru untuk claim di tahun 2014. Ini folder ke empat, tak terasa aku menjelang 4 tahun bekerja di sini.

Dan beberapa hari ini keadaan lagi dalam mood “senggol bacok”. Laporan-laporan yang kalau aku kerjakan membuat perut keram, stress dengan kondisi pasar sekarang, dollar yang ga bersahabat. Dan akupun buanyak sekali ngomel di kantor, diselingi buka lemari snack atau kulkas mencari makanan yang konon cerita orang bisa mengurangi stress.

Pukul dua siang, aku sudah terlanjur janji dengan satu agency, yang dapat kontak perusahaan kami melalui facebook fanpage, panjang prosesnya akhirnya berhasil menghubungiku di kantor, dan karena kegigihannya aku luluh juga untuk bertemu.

Bel kantor berbunyi, aku tau ini pasti agency yang sudah janjian untuk meeting, kerjaan lain masih banyak, tapi aku sedikit terkejut, yang datang dua orang dan yang satunya dituntun.

Ternyata selama ini yang berkali-kali email aku, dan tak satupun kubalas adalah seorang yang dituntun tadi.

Membuka meeting dia memperkenalkan diri, dan menjelaskan juga kondisinya, dia terkena glaukoma, sewaktu kerja tiba-tiba satu matanya black out dan perlahan satunya lagi juga sama dan akhirnya menjadi buta total.

Dan dia menjelaskan, bagaimana caranya selama ini dia menulis artikel, email, dan sms.

Saya mendengarkan setiap kalimat yang diucapkannya dengan antusias mengenai proposal dan ide-idenya,  sampai saya susah untuk memotongnya untuk menutup meeting, karena boss sudah whatsapp menunggu laporan yang lainnya.

Daaaannn.. setelah meeting selesai, saya masih tetap kerja dengan kesal dan stress, tidak tau harus menyalahkan siapa.

Posting ini aku tulis di commuterline pulang menuju Bekasi pukil sepuluh malam, setelah selesai nonton film Jack Ryan.

Sambil merenung kalau belakangan ini aku terlalu banyak bersungut-sungut, marah, kesal. Bertemu agency tadi siang yang masih begitu bersemangat dengan kondisi terbatas membuatku malu.

Aku masih bisa melihat, stress kerja, pulangnya masih bisa pergi nonton, bisa bermain dengan Kalev. Dan banyak hal yang bisa disyukuri.

Yang peluang depresi lebih besar adalah  mas dari agency tadi, tiba-tiba kehilangan penglihatan, tapi malah dia tetap giat bekerja. Bukan aku yang secara fisik sehat dan tampang kece.

Jadi apa alasanmu stress dan tidak semangat bekerja?

Gawe, pilem, Temans

Nonton Bareng WHD

Setelah punya Kalev bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke cinema untuk menonton film.

Kali ini dalam rangka menjelang bulan puasa kami satu kantor mengadakan nonton bareng, ini kali pertama kami dengan formasi lengkap  bisa ngumpul bareng di luar kantor.

Karena di kantorpun kami sangat jarang komplit hadir bersamaan. Mungkin kamu berpikir wajar bila karyawan banyak  biasa hal ini susah dilakukan, tapi dengan jumlah karyawan 6 orang?  🙂

Bukan perkara film apa yang ditonton, tapi jadwalnya cocok apa tidak untuk semua seluruh 6 personil kece ini.

Kami nonton White House Down, cukup menghibur, buat jantung berdegup kencang melihat action om Chaning Tatum, tertawa terbahak dengan selipan joke-nya, ditambah mengepit paha menahan keinginan buang air kecil.

Saya tidak ingin membahas soal filmnya, tapi selama 3 tahun lebih bergabung di tempat kerja sekarang, dimulai dengan 2 orang karyawan dan sekarang 6 orang, hari ini adalah sejarah baru, kami bisa nonton bareng.

Sebelumnya saya tidak enak badan, sakit kepala, setelah usai nonton bareng, seketika lenyap.

Dan perjalanan pulang pun kelancarannya sepertinya sedang berpihak dengan saya. Melihat antrian taxi di FX cukup panjang, dan mengintip aplikasi sikremut posisi kereta di st. Sudirman sudah ready di Tanah abang, diputuskan jalan ke depan FX naik ojeg.

Entah apa merk motor yang  saya tumpangi, lebar jok nya pas untuk diduduki, tinggi badan yang melebihi abang ojek membuat saya leluasa memandang ke jalanan depan.

Dinginnya udara malam, dengan rambut pendek yang berkibar karena ga pakai helm, saya tersenyum bahagia sambil menikmati suasana Sudirman di malam hari. Entah memang karena filmnya bagus, atau karena bisa nonton bareng, atau keduanya.. entahlah…

Sampai di jembatan st. Sudirman aku berjalan cepat menuju stasiun, tak sampai 5 menit Kereta tambahan menuju st. Manggarai datang, dan tepat di st. Manggarai kereta menuju Bekasi sudah menunggu. Ini disebut para roker (rombongan kereta) beruntung level combo. 🙂

Dan masih menuju Bekasi, saya tulis postingan ini sambil berdiri tanpa pegangan (membuktikan saya sudah menjadi roker sejati, bukan cuma bisa ngetwit, nge-game, tapi update blog sambil berdiri di commuterline) :))

Postingan ini untuk mengingatkan saya dikemudian hari, saya sangat menikmati nobar hari ini.

Thank you Ety, Dita, Pandu, Ihsan dan Dhani. It was a good time…  😀

image

Uncategorized

Boss-nya Uang !

Saya bukan pakar keuangan, tapi sebagai seorang single mom mengharuskan saya bisa banyak hal, sebut saja dari bekerja di kantor untuk mengasilkan income, mengurus anak (memperhatikan makanan, perkembangan, kebutuhannya) mengurus hal-hal di rumah beserta domestic issues yang menyertainya ( bohlam putus, cari tukang benerin pintu rusak,  mbak ngambek, suster minta berhenti, rumput di halaman perlu dipotong dan masih banyak daftar panjang lainnya  ^___^).

Ga kalah penting saya harus jago mengatur uang, karena oh karena many bills need to be paid 😀 dan saya doyan jalan-jalan, jadi gimana cicilan terbayar, semua kebutuhan rumah tercukupi, kebutuhan anak apalagi, tapi tetap bisa jalan-jalan.

Intinya semua adalah belajar, saya membekali diri dengan membaca buku, artikel, atau mengikuti seminar keuangan, prinsip saya, kita akan berhenti belajar kalau kita sudah mati, selagi masih bernafas artinya kita harus tetap belajar 😉

beberapa hal ( dari buanyaakk hal) yang penting buat saya dalam mengatur keuangan adalah :

1. ACTION

Ilmu yang sedikit bisa langsung diterapkan,tak perlu tahu banyak, atau berilmu banyak dulu baru mulai melangkah, sebelum saya mengenal reksadana, masih single dan baru pertama kerja, saya membuka rekening yang tiap bulan rekening saya yang lain akan di auto debet atau saya otomatis nabung di awal bulan. Dan dengan disiplin ini, saya berhasil loh bisa untuk down payment mobil * bangga* 🙂

Setelah punya anak, sayapun mengenal reksadana, karena kurang informasi saya membeli reksadana saham yang kurang tepat, pertumbuhannya per tahun tak sampai 20%, tapi sejalannya waktu saya tahu tindakan apa yang perlu saya ambil. Sekarang reksadana yang saya beli “cukup sehat”.

Jadi jangan banyak pertimbangan ini ono, just do it , toh kita tetap belajar, dan kekurangan sana-sini bisa diperbaiki ke depannya nanti.

2. TUJUAN

Yang membuat kita bersemangat mengatur uang adalah “TUJUAN”  mau untuk apa uang ini.  Dulu sewaktu mulai bekerja saya pingiiiin banget punya mobil, sampai-sampai tidur dengan brosur-brosur mobil 🙂 . Karena saya tahu tujuan saya adalah punya mobil saya ga “gatel” untuk ambil uang saya kumpulkan. Sama seperti sekarang, saya punya reksadana dan tiap minggu saya cek NAB -nya, ini ga menggoda saya untuk cairkan reksadana ini, karena ada tujuannya yaitu Dana Kuliah anak saya kelak. Nah kamu ngumpulin uang untuk apa hayo ?

3. Berani Gesek Berani bayar

Selain mengatur pengeluaran, seperti cicilan maksimum 30%, investasi 10 – 30%, biaya rutin rumah/anak dll 30%, senang-senang 20% ( senang-senang ini penting untuk kesehatan jiwa anda :p).  Sering kali  New arrival, atau barang SALE menggoda, dan sepertinya mereka punya tangan melambai-lambai memanggil kita. Nah pertanyaannya boleh gak gesek kartu kredit? karena kadang kartu kredit memberikan promo-promo tertentu. Untuk saya sih jawabannya BOLEH, asal…… berani gesek, berani bayar, sewaktu tagihan datang  harus dibayar LUNAS !!!! ( pakai tanda seru yang banyak)

sebenarnya masih ada hal penting no. 4 – sampai no. 100  :D, tapi dari pada kamu baca blog Indah, yang banyakan selipan curcolnya, lebih baik  buka ini deh, LiveOlive, Banyak informasi yang membuat kita wanita kece semakin pintar mengatur keuangan,  dan bagi kamu  yang aktif berkicau atau dengerin orang lain berkicau bisa follow twitternya @myliveolive dan follow Goggle+nya, yang suka lihat video di youtube monggo subscribe ke sini, dan jangan lupa like Facebook fan page-nya ya…

Pinter-pinter atur uang,  cicilan rumah terbayar, kartu kredit terbayar lunas, investasi tetap jalan, dan tetap bisa  jalan-jalan bareng  Kalev.. YAYYYYY :D
Pinter-pinter atur uang, cicilan rumah terbayar, kartu kredit terbayar lunas, investasi tetap jalan, dan tetap bisa jalan-jalan bareng Kalev.. YAYYYYY 😀

Buat saya uang itu penting, tapi tidak menjadi diperhamba uang, kita yang jadi boss atas uang, kita yang mengatur uang, bukan sebaliknya, setuju kan? 🙂

Uncategorized

Cheong Fatt Tze Mansion #PenangTrip

Berbaur dengan penduduk lokal adalah hal yang menyenangkan dari setiap perjalanan. karena itu kami memilih untuk menginap di daerah Goerge Town, dan banyak pilihan hotel  maupun hostel dengan harga terjangkau

Salah satu obyek wisata yang wajib kunjung (menurut saya) adalah Cheong Fatt Tze Mansion.

Mansion yang kini juga berfungsi menjadi hotel ini berada di Lebuh Leith 14, George Town, Penang. Dari tempat kami menginap di Chulia Heritage Hotel,  bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Tour di Mansion ini 3X dalam 1 hari, jadi ga bisa nongol sendiri di sana, trus mau masuk, lihat-lihat, foto-foto.

Jam 10 pagi, jam 1 siang dan yang sore saya lupa waktu tepatnya.

Untuk tiket masuk RM12 per orang, dapat pembatas buku sebagai souvenir. Dan sebelum tour dimulai silahkan berfoto ria di bagian luar dari mansion.

Rumah besar ini dibangun oleh Cheong Fat Tze, seorang pengusaha yang sudah merantau dari negeri Cina mulai dari umur 16 tahun.

Bisnis nya tidak cuma di daerah Penang, Dari bisnis transportasi, perkebunan, jual-beli (perdagangan). Bahkan Cheong Fat Tze punya mansion lain di Medan. Yang menyedihkannya saya sebagai anak Medan tidak tahu akan hal ini. 😦

Mansion yang terdiri dari 38 kamar/ ruang , 7 tangga, 5 halaman dan 220 jendela ini menggunakan  bahan material yang terpilih, bahkan sebagian didatangkan dari Eropa. Semua pengerjaannya sangat detail.

Penempatan pintu, jendela, dan ruangan diatur menurut aura dan “chi’ yahh seperti Feng shui.

Salah satu menarik buat saya adalah taman di tengah rumah, seperti gambar di bawah ini.

Image

Image

Sewaktu hujan, air akan menggenangi taman ini, saluran air sengaja ditutup. Ketika air akan penuh tidak sampai meluber ke lantai di atas. Saluran akan dibuka kecil saja, agar air bisa mengalir dengan perlahan.

Air menggambarkan rezeki, begitulah rezeki dikumpulkan. Kita tidak bisa membantu orang, atau berbelanja bila kita tidak punya uang kan? oleh karena itu kita harus telaten mengumpulkan rezeki agar kita bisa menggunakannya untuk kebutuhan kita dan juga membantu orang lain.

Saluran dibuka kecil saja, itu artinya kita menggunakan uang dengan bijaksana, tidak bisa nepsong belanja sampai duit habis, atau bahkan sampai ngutang ^__^

Jadi uangnya harus ada dulu, baru bisa dialirkan, ga bisa ngayal punya uang terus belanja pakai gesek kartu Kredit hehehehhe :p

Dikala ibu-nya menikmati penjelasan aunty si tour guide, apa yang dilakukan bocah berumur 22 bulan? yupp… naluri laki-laki nya sangat kuat, diapun “bersosialisasi” mendekatkan diri dengan cici-cici cantik 😀

Image

Setelah menjelaskan ruangan di lantai bawah, aunty  mengajak kami melihat ke lantai atas, untuk lantai atas, yang menarik buat saya adalah hiasan-hiasan di dinding luar rumah ini, dibuat dengan sangat detail menggunakan pecahan keramik, bisa bayangkan berapa lama membuat satu ornamen, sedangkan rumah ini sangat besar dan banyak hiasan dinding dari pecahan keramik. Jadi wajiblah kita ngeceng berfoto dulu di teras balkon lantai 2 mansion ini.

Image

Cheong Fat Tze adalah pebisnis ulung, sangat dekat dengan pihak Belanda dan juga Inggris, itu tentunya memudahkan dalam menjalankan bisnisnya. Sebegitu terkenalnya di kalangan bangsawan Inggris dan Belanda, saat meninggal di tahun  1916, Pemerintah Belanda dan Inggris memerintahkan bendera dikibarkan setengah tiang.

Saat ini Cheong Fatt Tze Mansion atau dikenal dengan Blue Mansion dikelola dan dirawat dengan baik, dan rate per malam untuk menginap di hotel ini cukup mahal dibandingkan dengan hotel lain di daerah George Town, itu kenapa yang menginap pada umumnya turis dari Eropa atau US.

Sisi bagian kamar hotel, adalah sisi yang terakhir dikunjungi sebelum memasuki ruangan yang menjual souvenir. Saya, mami, papi dan Kalev menyempatkan bergaya sebelum keluar mansion.

Image

layaknya hotel pada umumnya,  Mansion ini bisa juga dipakai untuk pesta pernikahan  atau acara-acara lainnya. Kamu bisa check websitenya http://www.cheongfatttzemansion.com atau email ke resv.cftm@gmail.com

Terasa belum puas menikmati keindahan mansion ini, setelah selesai tour dan kamipun tidak bisa masuk ke dalam lagi, dilanjutkan dengan sesi foto-foto di luar mansion.

Image

Diteras depan Mansion dan juga Kalev bergaya di halaman depan, dengan mengangkat dua jarinya.. ! 🙂

Image

Masih akan ada posting-posting lanjutan dari #PenangTrip , dan semoga semua kelar di-posting sebelum trip selanjutnya ke Legoland, udah ga sabaarrrrr ^____^