Gawe, pilem, Temans

Nonton Bareng WHD

Setelah punya Kalev bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke cinema untuk menonton film.

Kali ini dalam rangka menjelang bulan puasa kami satu kantor mengadakan nonton bareng, ini kali pertama kami dengan formasi lengkap  bisa ngumpul bareng di luar kantor.

Karena di kantorpun kami sangat jarang komplit hadir bersamaan. Mungkin kamu berpikir wajar bila karyawan banyak  biasa hal ini susah dilakukan, tapi dengan jumlah karyawan 6 orang?  🙂

Bukan perkara film apa yang ditonton, tapi jadwalnya cocok apa tidak untuk semua seluruh 6 personil kece ini.

Kami nonton White House Down, cukup menghibur, buat jantung berdegup kencang melihat action om Chaning Tatum, tertawa terbahak dengan selipan joke-nya, ditambah mengepit paha menahan keinginan buang air kecil.

Saya tidak ingin membahas soal filmnya, tapi selama 3 tahun lebih bergabung di tempat kerja sekarang, dimulai dengan 2 orang karyawan dan sekarang 6 orang, hari ini adalah sejarah baru, kami bisa nonton bareng.

Sebelumnya saya tidak enak badan, sakit kepala, setelah usai nonton bareng, seketika lenyap.

Dan perjalanan pulang pun kelancarannya sepertinya sedang berpihak dengan saya. Melihat antrian taxi di FX cukup panjang, dan mengintip aplikasi sikremut posisi kereta di st. Sudirman sudah ready di Tanah abang, diputuskan jalan ke depan FX naik ojeg.

Entah apa merk motor yang  saya tumpangi, lebar jok nya pas untuk diduduki, tinggi badan yang melebihi abang ojek membuat saya leluasa memandang ke jalanan depan.

Dinginnya udara malam, dengan rambut pendek yang berkibar karena ga pakai helm, saya tersenyum bahagia sambil menikmati suasana Sudirman di malam hari. Entah memang karena filmnya bagus, atau karena bisa nonton bareng, atau keduanya.. entahlah…

Sampai di jembatan st. Sudirman aku berjalan cepat menuju stasiun, tak sampai 5 menit Kereta tambahan menuju st. Manggarai datang, dan tepat di st. Manggarai kereta menuju Bekasi sudah menunggu. Ini disebut para roker (rombongan kereta) beruntung level combo. 🙂

Dan masih menuju Bekasi, saya tulis postingan ini sambil berdiri tanpa pegangan (membuktikan saya sudah menjadi roker sejati, bukan cuma bisa ngetwit, nge-game, tapi update blog sambil berdiri di commuterline) :))

Postingan ini untuk mengingatkan saya dikemudian hari, saya sangat menikmati nobar hari ini.

Thank you Ety, Dita, Pandu, Ihsan dan Dhani. It was a good time…  😀

image

Advertisements
pilem, Uncategorized

Confessions of SHOPAHOLIC

Kesedihan berlapis, kata yang tepat menggambarkan keadaanku. Ya minjem kata2 yang sering aku dengar ” diganjar dengan pasal berlapis”

Berapa lapis emang ndahhh? udah kayak lapis legit dehhh lapisannya tapi sayang enggak manis.

Another chapter after ” the arogan”. pfuuhhh ga mau bahas soal kesedihannya deh…

Mari membahas tentang film yang satu ini. Confessions of SHOPAHOLIC

Sedari aku tahu karya-nya Sophie Kinsella ini bakal dibuat film aku dah ga sabaran pingin nonton.Berhubung aku dah bacanovelnya tapi bukan seri yang dibuatkan film ini, tapi lanjutannya.

Shopaholic & Sister, ini aku beli di Aksara Plaza Indonesia dan langsung jatuh cinta dan ketagihan, mencari sekian lama lanjutannya yaitu Shopaholic & Baby, karena aku cari yang import ga dapat-dapat, akhirnya aku menemukannya di Periplus di Bandara Adisucipto, sewaktu nunggu penerbangan balik ke Jakarta. Hampir 400 halaman itu aku “sikat” tak lebih dari 24 jam. (yang pasti dengan bantuan alfalink di sampingku) ^_^

Ga heran kenapa aku semangat betul untuk filmnya ini, baca tulisannya aja bisa ngakak, dan ga tega untuk ga dihabiskan langsung satu novel.

Tapi aku sudah siapkan sedikit ruang untuk kecewa, soalnya membaca dan menonton itu beda kenikmatannya. Sewaktu membaca imajinasi kita bisa bebas punya gambaran sendiri dari tiap karakter yang kita baca, beda dengan sewaktu menonton film semua tinggal lihat doank, dan kecewa biasanya muncul bila apa yang ada di imajinasi kita tentang karakter yang ada di tulisan ternyata beda jauh ama yang ada di film.

Tapi tidak dengan film yang barusan kutonton ini.

Btw aku nonton film ini sendirian, pengalaman pertama dalam hidupku nonton ke bioskop dan sendiri. Om mbel aja mbilangin aku nekat (sempat chat sewaktu nunggu filmnya). Dan kenekatanku tidaklah sia-sia.

Film ini menghiburrrr bangettttssss, apalagi buat orang yang lagi mengalami kesedihan berlapis kayak aku. Bisa ketawa ngakak sepuasnya.

Dan di film ini manekin yang ada di toko itu dilihat si Becky seperti hidup dan membujuk dia untuk membeli. Siapa wanita yang mengalami sepeti ini? kalau aku enggak gitu-gitu banget sihh, tapi kalo lihat sepatu bagus seperti sepatu itu akan menangis bila kutinggalkan. Seperti si sepatu berteriakk ” Indaaaaaaahhh please take me with youuuuu!!!!” huahhahahahhaha… tapi aku ga segila Becky atau nama lengkapnya REbecca Bloomwood yang punya 12 kartu kredit.

Dan saudara-saudara. si Luke Brandon yang menjadi kekasih hatinya Becky mmmhhh tak jauh-jauh dari yang aku bayangkan sewaktu aku mbaca novelnya. Charming, keren, cool, sexy, sederhana…. pokoknya pria idamannnnnnnn… ^_~

Aku ga mau ceritain detail filmya kayak apa. entar ditimpukin n dikatai spoiler. 😛

Yang pasti bila kamu cari hiburan, pingin ngakak, tontonlah film ini, dan bagi yang belum baca novel/ chic litnya segera beli, ga kalah menghibur dibandingkan filmya.Walaupun aku baru baca dua dari enam chiclit shopaholic series. Aku sarankan versi import lebih seruuuu…

Ok guysss.. sekedar berbagi informasi mana tau cari referensi untuk tontonan  malam mingguan. 😀

pilem

Slumdog Millionaire

Draft postingan yang seharusnya diposting sebelum “surat cinta” ke prudential itu..

Awalnya mau cerita bagaimana pengalaman dirawat di rumah sakit, tapi yahhh semuanya ga enak, yang ada kecewa, kesal, emosi… dari rumah sakitnya, dari dokternya, sampe asuransinya juga, sebenarnya bukan asuransinya yang salah, aku aja salah milih agen asuransi yang benar-benar ga peduli.

Ah sudahlah yang penting udah baikan, udah bisa ngeblog lagi ^_^

Mending bahas film yang baru aku tonton (walaupun cuma nonton DVD) maklum ngeram dulu di kost untuk sementara waktu. Judul filmnya Slumdog Millionaire
ayo Ndah ceritain filmya….!!!

pilem

Get Married

Malam minggu nonton berempat sama temen kost. Nonton Get Married. Menurutku filmnya standar, cukup menghibur, yah ada lucunya juga.

film-get-married.jpg

Cerita tentang si Mae (Nirina Zubir) dan 3 orang teman pria, Guntoro (Desta), Eman (Aming), dan Beni (Ringgo).

Mae yang kepingin jadi polwan, malah kuliah sekretaris, Desta pingin jadi pelaut tapi ngambil jurusan yang ga ada laut2nya sama sekali, Beni pingin jadi petinju malah sarjana pertanian, paling parah si eman, pingin banget jadi politikus, eh malah masuk pesantren, tapi dia kabur dari pesantren.

Menggambarkan orang muda yang frustasi, yang kerjanya maen gaplek, ga kepingin cari kerja, pokoke pengangguran sejati.

Lihat kesehariannya si Mae, emak dan Bapaknyapun berencana cariin jodoh buat Mae, sampe pake minta tolong dukun cabul segala. Beberapa kali ada pria datang berkenalan dengan Mae, tapi Mae ga sreg. Kalo ga sreg Mae naik ke kamarnya, dan melambaikan kain warna merah. Di mana salah satu dari 3 sahabatnya menunggu di bawah.

Kalo merah berarti pria yang bertamu ke rumah Mae tadi harus “disikat” biar kapok’n ga datang lagi , kalo hijau berarti Maenya demen.

Sudah beberapa kali pria yang datang ke rumah Mae “diselesaikan”, dan ada satu pria tampan (nah yang ini agak2 ga masuk akal) datang ke rumah Mae, dia tahu tentang Mae dari tukang pukulnya yang sebelumnya niat kenalan sama Mae. Karena sahabat2 Mae lagi ogah2an nungguin tanda dari Mae, akhirnya diutuslah si Eman, secara Eman buta warna gitu lohh….

Karena Mae langsung jatuh cinta sama si pria cakep tadi, dia langsung mengibarkan taplak hijau ngasih tanda kalo “ok”. Beh… karena si Eman buta warna, taplak hijaupun kelihatan merah sama si kawan ini. Taulah kelanjutannya kalo tandanya warna merah.

Mae sedih, tau kalo si cakep tadi udah dibantai sama kawan2nya.

Suatu hari emaknya Mae jatuh sakit, dan punya pesan kalo sebelum meninggal pingin lihat Mae married, kalo enggak dia bakal mati penasaran.

Karena Mae ga mau emaknya mati penasaran, dia ngomong ke sahabat2nya, kalo salah satu dari mereka harus menikah sama Mae.

Hasil undian sih Guntoro, tapi mau dekat pernikahan Guntoro malah sakit dan menggigil, kemudian berunding lagi, dipilihlah si Eman, dan apa yang terjadi pada Guntoro menimpa Eman juga, dia sakit demam dan menggigil, tinggallah si Beni.

Saat pernikahan hendak berlangsung, terjadi perkelahian antar kompeks elite, tempat si cakep bermukim dengan kampung Mae, karena anak2 kompleks ga terima temannya digebukin ama orang kampung. (ga masuk akal nih…)

Tapi akhirnya damai kok, Mae jadi sama si cakep, trus nasib teman2nya juga membaik. Eman mengejar cita2nya jadi politikus lewat jadi satgas parpol, Guntoro jadi nakhoda kapal milik si cakep suaminya Mae, dan Si Beni aku lupa dia jadi apa pokoke happy ending deh…

Yang buat aku nyengir pulang dari bioskop waktu si Mae memaksa salah satu dari temannya untuk menjadi suaminya. Tampang Eman lucu banget sampe berdiriin rambutnya kalo menikah sama Mae itu suatu yang aneh.

Apa aku nanti seperti Mae itu yah… kupaksa aja salah satu kawanku jadi suamiku hhahahhahhaaha….

Banyak tuh temen2ku masih jomblo, seperti usul kak Icus, temen sendiri emangnya kenapa. Tapi apa dayaku, mati rasa pulak awak kalo sama temen sendiri.

Usul kakakku juga gitu, temen sendiri juga ga papa, duh….. bukan cuma aku yang mati rasa tapi mereka juga mati rasa sama aku. Belum lagi si Paul nuduh aku operasi kelamin semenjak sudah kerja. Tega banget ga sih….. Belum ngejek2 kalo aku pake hak tinggi *sigh* singkong diragiin… tuape.. dehhhhhhhhhh…..

pilem

Transylvania

Lagi- lagi karena Kak Icus, Banyak kali kusebutkan Kak Icus di blogku ini. 😛

Dia yang ngasih tahu aku ada festival film perancis, ‘n ngasih rekomendasi kalo film Transylvania bagus.

Perjuangan buat aku nyari temen yang mau nonton film Perancis, ga ada yang tertarik. Sampe kemarin hari Kamis adalah kesempatan terakhir, nekat mau nonton sendiri.

Filmnya diputar di Blitz jam 19.30. Jam 18.30 masih di kantor YMan sama customer, bukan customer sih soalnya ga pernah beli, cuma rajin nanya harga.

Agak2 BT juga, rajinnya minta harga tapi ga pernah beli, kemarin minta harga OS microsoft, ditanya butuhnya apa, cuma jawab kirim aja semua. Behhhh paling malas aku kalo ada orang minta penawaran kayak gitu.

Gara2 aku mencari temen bareng nonton aku bikin di status YM, akhirnya aku nonton bareng sama yang nanya harga OS ini. Aku bilang aja kalau mau bareng, ya udah aku mau berangkat, ketemu di Blitz.

Jam 7 kurang 10 mnt aku keluar kantor, langsung dapat taxi ‘n meluncur ke Blitz.

Ketemu sama customer ini kesempatanku untuk “ngomelin” dia, njelasin soal product microsoft itu buanyak, kalo minta harga setidaknya njelasin dipakai untuk apa, kalo OS, PC connect server enggak, kalo mau pake vista memory PCnya support enggak. Kalo minta harga semua, bisa kujilidkan pricelist Microsoft itu untuk dia. (galak kalipun salesnya ini :P)

Jual product Microsoft, njelasin ke orangnya sampai mulut berbuih (padahal ke orang IT loh) tapi margin tipis.

eh kok jadi ngomongin jualan :P, kembali ke Transylvania.

trans.jpg

Film tentang pencarian cinta.

Zingarina seorang wanita asal Perancis bersama temannya Marie pergi ke Transylvania untuk mencari Milan Agustin. Pria yang dicintai Zingarina, beberapa waktu lalu dideportasi dari Perancis.

Pada saat pencarian itu, Zingarina sudah mengandung 2 bulan, anak dari Milan.

Milan adalah seorang musisi, Zingarina mencarinya ke tempat orang lokal biasa berkumpul, seperti cafe gitulah. Musik lokal dengan tarian, dan yang pasti dengan minuman juga.

Ini yang ku suka dari film ini. Mungkin cause i love music, n i love dancing too. Menikmati musik yang jarang didengar dan tarian-tarian yang belum pernah kulihat sebelumnya. Sangat menarik buat aku.

Akhirnya Zingarina menemukan Milan, ketika dia mendengarkan permainan piano, dia tahu betul kalo itu Milan.

Zingarina seneng banget, tapi respon dari Milan jauh dari yang diharapkan Zingarina. Milan menolaknya dan bilang kalo dia ga mencintainya, tanpa memberi kesempatan Zingarina menjelaskan tentang kehamilannya. (Jahat banget nih laki-laki)

Zingarina kecewa berat, dia lari ke tengah2 Festival yang lagi rame di jalanan, seperti orang hilang dia menangis dan menangis. Marie ngejar Zingarina dan menemukannya di pojokan terduduk dan menangis.

Malam harinya di sebuah “cafe” (anggaplah seperti itu). Zingarina menari, menari untuk melepaskan kesedihan. Ini Scene favoritku, dengan musik lokal dia menari, sambil memecahkan piring. Setumpuk piring yang memang disediakan untuk dipecahkan sambil menari. Boljug tuh… kalo di Jakarta ada pasti rame didatangin cewek2 yang lagi patah hati ato lagi emosi sama kerjaan. 😛

Marie ingin mereka segela kembali ke Perancis, tapi ketika Marie ke telpon umum Zingarina malah melarikan diri dengan bocah kecil bernama Vandana. Hanya meninggalkan pesan di mobil yang ditulis di atas potongan kardus ” merci Marie”.

Zingarina bener2 kayak orang hilang, jalan ke sana ke mari bersama Vandana (anak jalanan). Di suatu jalan di bertemu kembali dengan Tcjanggalo.

Tcjanggalo adalah pria yang ditemui Zingarina di sebuah cafe sewaktu mencari Milan, dan sempat ngobrol dengannya.

Jalan cerita film ini banyak mengisahkan perjalanan Tcjanggalo dan Zingarina.

Zingarina sempat seperti orang kesetanan, sampe2 si Tcjanggalo membawanya ke sebuah gereja (ga tau deh aliran apa itu) untuk melakukan ritual pengusiran roh jahat.Tapi tetap aja ga ada perubahan malah pendetanya pasang tarif pulak.

Kerjaan Tcjanggalo adalah membeli barang berharga punya penduduk miskin dan menjualnya lagi. Jadi kerjaannya keliling dari satu desa ke desa lain.

Menarik sewaktu Tcjanggalo membeli lampu kristal, kemudian ia mencuri listrik, menggantungkan kristal itu di atas pohon. Dia tidur di situ, sedangkan Zingarina tidur di dalam mobil. Sesuatu yang ga pernah kepikiran n kebayang sama aku. Lampu kristal tergantung di dahan pohon. mmhhh… idenya keren.

Sewaktu Tcjanggalo mengendarai mobilnya, Zingarina melihat seorang laki-laki tua naik sepeda. Karena mobil udah penuh macem2 barang, si kakek naik ke mobil dan Zingarina naik sepeda sambil nyanyi2 lagu aneh yang bikin satu bioskop ketawa.

Di perjalanan musim dingin bersama kakek berumur 75 tahun itu, tentu saja mereka lapar. Tcjanggalo pun menyiapkan makan di mobil. Bawang bombay yang digeprak, trus tomat yang dihancurkan pakai tangan, dibumbui pake garam. Ga kebayang rasanya kayak apa. Tapi mereka bertiga menikmatinya.

Ga terasa perut Zingarina semakin membuncit, dan dia masih tetap bersama Tcjanggalo kemana-mana.

Di perjalan mereka di mana Salju semakin tebal, tiba waktunya Zingarina untuk melahirkan. Tcjanggalo meninggalkan Zingarina di mobil dan mencari pertolongan ke penduduk setempat, berhubung mobil mereka kejebak salju.

Sewaktu mau melahirkan masih sempat2nya Zingarina meneriakkan nama Milan. Paling seramnya, penduduk yang bantu dia melahirkan adalah beberapa nenek tua, pake gigi palsu yang warnanya perak dan kerudung hitam. Udah persis kayak penyihir.Yang lebih bikin ngilu, si nenek megang pisau lipat untuk membantu persalinanZingarina. Zingarina teriak2 bukan cuma karna sakit, tapi takut sama beberapa nenek ini.

Tcjanggalo menunggu di luar mobil, sangkin gugupnya dia ngerokok terbalik.

Ga ditunjukkan apa si nenek itu jadi nggunain pisau lipat itu ato enggak. Zingarina sudah ada di sebuah rumah dan menyusui anaknya.

Tcjanggalo kayak orang bingung, minum-minum ‘n kelayapan.

Dia membeli sebuah boneka teddy bear, yang terpajang di sebuah pub, sederetan dengan minuman keras lainnya.

Teddy bear terparah yang pernah aku lihat, lebih seram dari beruang asli.

Dia bawa pulang boneka beruang itu, dan menjumpai Zingarina dengan bayinya. Zingarina menatap Tcjanggalo dan tersenyum, filmya pun ditutup dengan scene itu.

Menurutku film ini bagus, gimana hubungan Zingarina dan Tcjanggalo. Di akhir film baru Tcjanggalo menyadari kalo dia mencintai wanita itu. Menerima keadaan Zingarina apa adanya.

Percakapan awal Zingarina dan Tcjanggalo di cafe pertama mereka bertemu, zingarina bilang apa yang dicarinya adalah cinta. Akhirnya dia menemukan cinta, walaupun bukan cinta yang seperti diharap2kannya ( Milan Agustin).

Tapi setidaknya dia menemukan apa yang dia cari di Transylvania, yaitu cinta. ^___^

PS: gambarnya aku ambil dari http://www.sinemaperancis.com

pilem

Nagabonar Jadi 2

Kamis, 5 April mulai ngantor lagi, setelah beberapa hari tugas luar kota. Selama di luar kota udah kebayang balik ke Jakarta ‘n karaokean ama temen2 kantor. Tapi rencana ditunda minggu depan, mbak Melda ga bisa, soalnya anaknya minta dia cepat pulang.

Chat bareng Kak Icus, n dia cerita kalo film Nagabonar Jadi 2 bagus bangeeeddd. Weitzzzzz, langsung cari temen, sapa yang bisa nonton bareng. Sempat jempol gatel sms orang yg kayaknya ga bakal nolak kalo diajak. Tapi akal sehat masih jalan, Apa kata dunia kalo aku ajak dia. Entar dikiranya pulak ngasih sinyal2 “positif”. 😛

Akhirnya bareng temen kantor, bertiga ama Febi ‘n mbak Sofi.

Milih di Djakarta Theater, paling deket dari kantor. Aku belum pernah nonton di sini. Eh ternyata murah euy… begini ceritanya bisa2 sering2 nonton. Biasanya ku nonton di EX, manfaatin promo dari cc BCA.

Ok, sekarang aku ceritain dikit tentang film ini.

NBJ2 sekuel film NAGABONAR produksi tahun 1986, n mendulang sukses. Tapi tidak seperti NAGABONAR yang mengambil setting masa perjuangan kemerdekaan, NBJ2 tampil dengan modern masa kini.

Tidak sekedar jadi pemeran utama, Deddy Mizwar juga mensutradarai film tersebut.

Bicara soal acting ga usah diragukan lagi. Aktor kawakan ini sudah mengantongi 4 piala Citra dan 2 piala vidya.

Di NBJ2 Nagabonar (Deddy Mizwar) memiliki seorang anak laki-laki yang terbilang sukses, lulusan S2 dari luar negeri, namanya Bonaga. (Tora Sudiro)

Bonaga menjemput bapaknya ke perkebunan mereka di daerah Lubuk Pakam Sumatera Utara, dan bersama-sama ke Jakarta. Sebelum berangkat Nagabonar pamit terlebih dahulu di makam istrinya Kirana, ibunya, dan sahabatnya si Bujang. Pemandangan perkebunan sawit yang keren, tempat di mana orang2 yang dicintaiNagabonar dimakamkan.

Sebenarnya film ini menceritakan pertentangan antar generasi. Bonaga bermadsud menerima pinangan investor yang hendak mensulap perkebunan sawit mereka menjadi sebuah resort. Hal itu menyakiti hati Nagabonar, mengingat orang yang dicintainya dimakamkan di sana.

3 orang tangan kanan Bonaga, Pomo (Darius Sinathrya), Ronni (Uli Herdinansyah), dan Jaki (Michael Mulyadro). Mereka berusaha meyakinkan Bonaga dan juga Nagabonar.

Untuk film ini, menariknya semua tokoh karakternya jelas. Nagabonar dan Bonaga, sama2 polos, keras kepala, jujur, (walaupun Nagabonar mantan copet) dan sama2 ga bisa mengungkapkan cintanya pada perempuan. Sedangkan Pomo, asal Jawa orangnya agak plin plan., nggeh2 aja. Ronni, asal Manado pintar bicara. Jaki, ga jelas sih asalnya agak2 Arab, rajin sholat, tapi punya niatan gelapain laporan pajak perusahaan.

Oh ya di sini wanita yang dicintai Bonaga adalah Monita (Wulan Guritno). Dia tipe wanita mandiri, cantik dan sukses. Tapi sayang Bonaga tak kunjung menyatakan cintanya. Kata Bonaga seperti kutuk yang diturunkan Nagabonar, ga bisa nyatain cinta.

Di film ini, walaupun banyak mengocok perut, dengan segala ulah Nagabonar, segala istilah2 Medan (seperti Kata Bengak.., dah lama aku ga dengar kata ini) film ini tetap membawa pesan cinta. Orang tua dan anak, sahabat, dan juga pasangan.

Bener kata kak Icus film ini bagus bangeeeddd, bikin ketawa sampe nangis. Ibarat oasis di tengah film hantu yang ga jelas lagi rame2nya bergentayangan di Bioskop.

Jalan cerita yang sederhana, tapi masih berbobot, tokoh yang berkarakter. Dan menurut penilaianku Tora Sudiro berhasil menandingi kemampuan acting Deddy Mizwar, setidaknya enggak “jeglek”lah.

Nagabonar juga ada beberapa kali bicara kelembutan hati. Ini yang aku dapatin dari film ini. yup..”kelembutan hati” itu penting n penting banget.

Walaupun aku kasih dua jempol untuk film ini. Tapi masih ada keganjalan yang kulihat.

Makamnya agak aneh, terlalu sederhana. Pusara yang cuma terbuat dari kayu. Makam yang buatku sangat langka dijumpai di daerah sumatera utara. Aku ga bandingin dengan makam di pulau Samosir loh..(lebih keren dari rumah).

Tapi aku puas nonton film ini. Setidaknya ga cuma sakit perut karena ketawa, tapi bawa pulang satu pesan tentang kelembutan hati.;)