Indah lagi Indah lagi, kepikiran, Temans

Kenangan Kuliah

Teringat masa menjelang dan waktu kuliah dulu. Pengen cerita-cerita…

Seperti aku sebutkan di sini, gimana ortuku itu sayang banget sama aku, sampai2 berusaha agar aku itu ga jauh2 dari mereka. UMPTN sampe 2 kali, awalnya lulus di USU dah itu pake jurus rayu merayu, dan sedikit memelas dikasih untuk kuliah di pulau Jawa, ya dengan syarat lulus UMPTN juga biar murah, maklum aku masuk kuliah papi dah pensiun.

Rencana awal UMPTN maunya di Medan aja, tapi terkena racun rayuan teman-teman yang udah duluan ke Bandung sering nelpon dan bilang “ocha…(some of my friends used to call me ocha) ke sinilah kau, UMPTN di sini aja, deket kontrakan kami ada kost cewek nanti kau kost di situ aja.”

Bujuk papi lagi biar bisa UMPTN di Bandung, “emang kemungkinan lulus lebih besar kalo test di sana?” tanya papi. “iya pi…” jawabku sambil jari tengah dan telunjuk bersilang di balik punggung. ๐Ÿ˜›

Selanjutnya Ndah???

Advertisements
kepikiran

Yin and Yang

Lagi lagi nyerempet soal etnis itu.

Terbersit ingin posting soal yin and yang gara-gara nonton Metro TV tadi malam. Mbahas soal Pak Harto, aku lupa nama acaranya. Dibahas soal TAPOS, pasti ingat dunk TAPOS. Proyek kebanggaannya Pak Harto yang banyak sapinya itu.

Entah kenapa aku tertarik nonton sapi2nya Tapos tadi malam, mungkin karena sedikit “dekat” dengan aku. Madsudnya ndah??? Madsudnya hidupku itu dekat dengan sapi. Whhatttzzzz? ya iya lah bokap dokter hewan gimana masa kecilku tidak dekat dengan sapi, kambing dan binatang lainnya.

Proses kawin suntik sapi aja udah “tontonan” masa kecil yang biasa buat aku. Ituloh yang tangan seluruhnya dimasukin ke “itu”nya sapi. Ato cara menyuntik sapi yang keren banget menurutku. Khan ga bisa bilang ke sapi, tahan sebentar yahh, kayak digigit semut kok rasanya. Wah emang sapi ngerti bahasa manusia. hehehehe…

Kembali ke Tapos, apa hubungannya dengan judul posting di atas Yin and Yang?

Kalau menurut cerita orang zaman dulu, makan telur aja susah apalagi daging. Dulu daging banyaknya diimport dari Australia. Makanya terbersitlah ide dari Pak Harto gimana mengembangkan peternakan di negeri sendiri, makanya ada Tapos.

Yang aku tonton kemarin, si bapak siapa itu namanya aku lupa, cerita bagaimana dia membawa sapi2 dari Australia untuk dijadikan bibit di Tapos. 50 ekor sapi naik pesawat, dan katanya sapi2 itu tidak diikat dilepas saja di pesawat. Dengan tampang sumringah dan bangga si Bapak itu menceritakan pengalamannya itu.

Kemudian dibuatlan Tapos menjadi percontohan, kemudian kader2 dari daerah belajar ke Tapos dan menerapkan di daerah mereka masing-masing.

Aku rasa proyek tersebut lumayan berhasil, terbukti zamannya aku hidup udah gampang makan telur, daging atau minum susu.

Trus apa hubungannya sama Yin and Yang ndahhhh????

Yin and yang adalah bicara tentang keseimbangan, seperti logo ato gambarnya Yin and Yang, di bagian hitam ada titik putih dan dibagian putih ada titik hitam. Sejahat-jahatnya orang masih pasti ada sebagian kecil kebaikannya dan sebaik-baiknya orang ada sisi keburukannya.

Mungkin Pak Harto banyak sekali “cacat”nya, mungkin dia juga pantas dihujat. Tapi seperti Yin and Yang, pastilah ada titik putihnya. Seperti proyek Tapos menurutku itu ide yang baik dari beliau.

Tapi berhati-hatilah orang yang sangat baik juga punya titik hitamnya.

Nah sekarang kalo ingat almarhum Pak Harto mau lihat hitamnya ato titik putihnya???? Terserah anda ๐Ÿ˜‰


Gawe, kepikiran

Feng Shui, Percaya ato Tidak?

Dengan seringnya bergaul dengan etnis yang percaya dengan Feng shui dan ilmu sejenisnya, secara tidak langsung menjadi sedikit dekat dengan hal-hal ini.

Tercetusnya ide posting ini gara2 baca koran tadi pagi, langganan 3 koran, Kompas, Bisnis Indonesia dan Kontan. Biasanya cuma baca Kompas doank, tapi tadi sedikit buka-buka 2 koran lainnya, aku lupa dari kontan ato Bisnis Indonesia. Ada Fengshui yang membahas hari baik, jam baik, hari ini baikknya ngepain, dan yang pantang dilakukan hari ini dll.

Yang membuatku tersenyum kecil, hari ini pantang untuk pertumpahan darah. Emang ada hari yang baik untuk melakukan hal itu? Ahh mungkin madsudnya dilarang potong ayam kali yah..

Secara shio, shioku itu shio ayam, bagi yang mempercayai hal-hal begini, untuk rekanan bisnis saja mereka harus tahu shionya cocok atau tidak. Apalagi soal pasangan hidup. Katanya sih paling bagus beda usia 4 tahun, jadi seperti kaki meja, menjadi kokoh, pantang kalau selisih 3 tahun, tapi makin mantap selisih 8 tahun. Pikir-pikir apa benar seperti itu. Tapi mami papi, kakak dan abang iparku, memang selisih 8 tahun sih.

Salah satu dealer distyku sangat mempercayai akan hal ini. Sampe2 si ahli feng shui dia kontrak pertahun. Jadi dipakai untuk konsultasi selama setahun. Susahnya sewaktu dia mau buka toko, interior harus jadi sesuai tanggal hari baiknya. Bukan cuma tanggal, lebar pintupun ada hitungannya, shio pegawainya juga penting untuk diketahui. Si kontraktor agak repot juga membuat design dengan ukuran2 yang sudah mutlak.

Neon sign toko mereka perlu diperbaiki, mereka call si kontraktor. Dan si kontraktor ini orang pribumi yang ga ngerti begitu2an. Mereka tanpa konfirmasi langsung turunin dan perbaiki neon sign tersebut. (kontraktor biasanya kerjanya malam). Si pemilik toko kesal pastinya. Karena menurut feng shui tidak boleh sembarangan menurunkan neon sign toko.

Oh ya.. warna neon sign juga ditentukan juga menurut beberapa unsur. Wuihh repot dah…

Soal warna, sesorang itu menurut tahun lahir dan lain-lain, ada warna yang harus didekati dan ada warna yang harus dijauhi. Katanya sih aku itu bagusnya pake warna putih atau kuning, biru juga boleh. Yang pantang adalah warna merah. Katanya membawa kesan aku semakin galak. Ini Fengshui beneran atau mau ngatain aku galak yakk..

Tapi secara tidak langsung kebawa juga, aku jadi jarang beli baju warna merah, malah ga pernah lagi.

Oh ya ada kejadian sewaktu makan bareng staff distyku, jadi yang “berwarna” cuma aku doank. Aku paling suka bubur di restoran itu. Pesan deh ukuran sedang, kirain kan rame2 pasti habis. Bulan itu masih bulan tahun baru china. Ternyata mereka pantang makam bubur selama bulan tahun baru china, katanya itu ga bawa rezeki. Ampun deh aku “bertanggung jawab” untuk makanan yang aku pesan. Untunglah salah satu dari mereka ada yang tidak percaya begituan lagi, kalo ga aku bisa mabok bubur.

Yang pasti aku ga percaya akan hal seperti itu, toh semua hari itu baik, kan semua hari-hari itu pemberian Tuhan. Walaupun ga percaya hal begitu, aku menghargai kepercayaan mereka, dan ga mau konfrontasi untuk hal itu. Tapi kalo katanya aku sebaiknya ga pake sesuatu berwarna merah, aku ikuti saja, karna aku ngaca tampangku sudah terlihat galak, kalo plus warna merah wuuuiihh galak kalleee tampangnya ๐Ÿ˜›

kepikiran

Investasi?? yukk.. yak..yukkk..

Ini bahasan yang lagi-lagi hangat dibicarakan, yaitu soal investasi. Paling seru ngomongin ini sama si kribo. Soalnya sama2 semangat dan sama2 bego soal beginian hehehehe..

Tapi kalo dapat info terbaru, langsung telpon saling tukar informasi. Kalo ngomong sama si kribo nyambung dari soal kerjaan, jalan-jalan, buku bacaan, pandangan ke depan, bertukar ilmu soal investasi, sampai pembahasan usahanya mencari boru batak.

Ternyata si kribo sekarang sudah pintar soal reksadana, kerjaanya selama seminggu terakhir ini, pulang malam dari kantor yah cari2 info soal reksadana.

Berhubung kamis kemarin aku ada kerjaan ke Depok, janjian ama Kribo ketemuan di Margo City. Jam 6 sore si kribo nyampe, Wah kribo bawa berkas banyak banget, dah cocok kutengok gayanya kayak sales asuransi heheehe.. Semangat njelasin segala macem ilmu yang dipelajarinya minggu terakhir ini, dari soal asuransi, reksadana. Dan diapun menagih janji mengenai saham, “hehehe aku belum sempat belajar” jawabku. Langsung kutelpon abang iparku, kapan ada waktu ngajarin aku transaksi online. Abangku ngusulin senin aku bisa datang ke kantornya kebon sirih. Aku janji ke kribo nanti ilmunya kubagikan ke dia juga.

Menghabiskan satu gelas minuman, perut pun terasa lapar. si kribo ada tempat yang katanya ok. Beh.. ternyata si kribo belum pernah coba, cuma lewat saja. Jadilah ngobrolnya pake bengok- bengok kata orang Jawa alias teriak-teriak. Soalnya tempatnya memang ok, tapi musiknya kuenceng buanget. Tapi itupun kami sampe jam 10 malam ngobrol, cerita soal prinsip hidup, gimana menikmati hidup, soal kerjaan, soal rencana ke Pulau Seribu, sampe ngomongin teman juga.

Si Kribo nyebrangin aku untuk ngambil taxi balik ke Kramat, sambil nunggu taxi masih ngobrol soal buku yang kami baca, tapi nanggung ada taxi kosong lewat, akupun pulang dengan pembicaraan yang belum selesai.

Karena dah malam jalanan lancar 30 mnt dah sampe kost. Telponan lagi sama si Kribo melanjutkan pembicaraan, sampe setengah satu. Hihihihihi…

Semangat investasi karena uangnya yang nanggung, tahun kemarin semangat betul tutup tahun dengan membeli kutu beroda empat untuk menemaniku visit ke retail.ย  Tapi bos bilang uang taxi tidak bisa diuangkan. Padahal taxi sebulan bisa nyicil mobil.

Tapi takpapalah…. toh keluargaku sangat bahagia sewaktu tau aku batal beli kutu beroda empat itu, karena mereka tahu kalo aku speed freak, mereka ga ada yang tenang seandainya aku mengendarai kutu itu. Lebih baik duduk manis di taxi dengerin music atau cek phonebook siapa yang bisa diajak ngobrol.

Tapi enak juga punya teman yang bisa tukar pikiran soal investasi, bertukar ilmu, punya abang ipar yang bisa ngajarin. Khan tahun 2008 ini aku canangkan sebagai tahun memulai investasi.

Dulu hanya berpikir mengamankan uang lewat deposito agar tidak dibelanjakan . Berganti tahun harus lebih baik dunkk… ๐Ÿ˜‰ Saatnya mulai berinvestasi.

jalan, keluarga, kepikiran

Melancong di Negeri Sendiri

Teringat sewaktu saya kelas 2 SMA, saya tidak masuk pada hari pertama tahun ajaran baru, karena bis yang saya tumpangi dari Jogja menuju Medan tidak sesuai dengan jadwal, atawa telat.

Liburan panjang saat itu saya dan abang no.3 berlibur ke Jogja, mengunjungi eyang putri (nenek dari ibu), abang no.1 dan kakak no.2 yang sedang kuliah di sana.

Akibat telat satu hari masuk sekolah, tidak bisa milih tempat duduk dan juga teman sebangku. Berhubung saat itu teman sebangku saya di kelas 1 tidak masuk kelas yang sama di kelas 2. Pasrah duduk di mana dan dengan siapa.

Pastinya tempat duduk yang tersisa adalah yang terdepan, dan teman sebangku saya hari itu senasib dengan saya, satu hari telat masuk sekolah. Bedanya dia baru balik berlibur dari New York.

Melihatnya saya sudah tahu pasti kami beda” kasta”. Dia mengeluhkan pada saya kalau badannya pegal semua karena berapa belas jam di pesawat. Dalam hatiku menggumam, ” belum pernah mungkin kau rasakan berapa hari di bis kayak aku yakk..” Sayapun cuma tersenyum saja.

Ternyata si teman sebangku hanya bertahan 1 hari, entah kenapa dia pindah ke kelas lain, dan teman sebangku berikutnya telat masuk sekolah beberapa hari. Setelah mengobrol ternyata dia baru balik liburan keliling Eropa bersama keluarganya.

Si teman sebangku ini juga pindah ke kelas lain beberapa hari kemudian. Pernah beberapa bulan juga sebangku dengan seorang yang punya inisial nama yang sama dengan Saya ” I.S”, ini juga beda “kasta”. Akhirnya saya menemukan sebangku yang cocok, inisial “RST”. Berasal dari Kabanjahe, sangat sederhana, dan sangat pintar. Kabarnya sekarang dia lagi di Inggris mengambil kuliah S2.

Saya teringat hal di atas karena sewaktu mendekati liburan natal yang cukup panjang kemarin, seringnya selesai meeting dan pergi makan siang bersama. Saling menanyakan libur kemana. Ada yang menanyakan ke saya ” tidak ke ‘luar’ ndah?” Karena mereka menceritakan pengalaman2 mereka berlibur ke ‘luar’.

Beda sewaktu SMA dulu, saya sedikit minder karena merasa berasal dari keluarga yang sederhana. Sekarang dengan santainya saya menjawab, “ah.. masakan saya mau jalan – jalan ke luar negeri sedangkan saya belum pernah ke Bunaken, P. Lombok, P. Komodo, negeri sendiri aja belum abis dijelajahi.”

Tapi setelah saya tanyakan ke mereka yang ceritanya pernah berlibur ke negara2 lain, ternyata mereka jarang berlibur ke daerah di negeri sendiri. Agak miris hati ini mendengarnya.

Entah kenapa setiap kali saya berlibur ke Danau Toba, saya tetap takjub akan keindahannya. Menginap beberapa hari di Tuk Tuk, suatu daerah di Pulau Samosir bersama keluarga sangat menyenangkan.

Liburan kemarin saya ke Jogja bersama seluruh keluarga, berhubung kakak ipar berasal dari Manado dan belum pernah ke Borobudur, kamipun ke sana. Sebenarnya agak malas juga sih. Bagi kami yang dulunya kuliah di Jogja ke Borobudur menemani saudara yang berkunjung ke Jogja kami sebut dengan istilah “lihat batu”

Tapi liburan kali kami tidak hanya “lihat batu”. karena kami satu keluarga lengkap dengan cucu dan mantu, saya usul untuk pakai guide saja, nambah tidak seberapa dan kita bisa belajar banyak.

Tidak terhitung kunjungan saya yang ke berapa ke Borobudur Desember kemarin. Tapi mendengar penjelasan sang Guide membuat saya melongo dan terkagum-kagum. Guide menjelaskan Sejarahnya, dari pembuatan, makna2 dari pemilihan tempat dibangun candi tersebut, makna relief, proses pemugaran, teknik pembuatan yang membuat candi tersebut. Pokoknya wow banget, sepertinya arsitek dan sarjana teknik sipil zaman bahuela lebih canggih dari yang sekarang.

Keesokan harinya kami ke Keraton, kali ini mami papi enggak ikut, lagi-lagi karena kakak ipar yang belum pernah ke keraton kami berkunjung ke sana. Saya sangat suka mendengarkan Guide menjelaskan sejarah keraton, makna dari posisi keraton, Bisa lihat di foto di bawah. Si Bapak ini bukan sedang menjelaskan strategi perang ataupun strategi menyerang dalam sepak bola. Sedang menjelaskan posisi Gedung Keraton dan artinya. Terlihat keponakan saya yang berumur 5 dan 2 tahun memperhatikan dengan serius. Lagaknya seperti mereka mengerti.

img_0071kk.jpg

Setelah itu saya minta diantar pulang dulu, karena mereka ingin melanjutkan dengan wisata belanja, yang saya kurang mahir untuk menikmati wisata yang satu ini. Bukan karena saya pelit, memang kurang bisa menikmati saja. Berjalan -jalan lihat sana sini belum tahu yang dibeli apa seringnya membuat saya sakit kepala.

Liburan kemarin sangat berarti buat saya, semua keluarga berkumpul.

Saya tidak sabar, masih dalam wacana kami sekeluarga ingin mengunjungi abang yang bertempat tinggal di daerah Sulawesi Utara, sekalian berlibur ke Bunaken.

Tapi keluarga berharap di saat itu yang belum punya pasangan diharapkan sudah punya pasangan. Itu berarti saya dan abang saya yang tertua. Mmmhh may their wish come true… ๐Ÿ™‚

Dengan adanya Visit Indonesia Year 2008, saya sangat berharap kita sendiri sebagai warga negara Indonesia mau mengunjungi daerah wisata negeri sendiri yang saya rasa sangat elok. Dengan kekayaan alam dan budaya potensi Indonesia sangat tinggi.

Walaupun tidak saya pungkiri saya punya mimpi ingin berkunjung ke Negara Perancis, dan mengunjungi daerah-daerah pinggiran negeri tersebut.

Setidaknya mari cintai negeri sendiri terlebih dahulu..

kepikiran, Temans

Awal 2008

Minggu pertama di tahun 2008 ini aku lalui dengan mulus.

Walaupun resolusi untuk 2008 belum aku tuliskan secara detail di catatanku, tapi setidaknya ada semangat baru untuk bisa lebih baik di tahun ini.

Minggu ini aku sudah mulai berolah raga lagi, berhubung liburan lidah dimanjakan oleh masakan mami yang tak sanggup aku menolaknya, di tambah acara BBQ acara natal, pfuuhh. Setidaknya awal tahun ini harus membakar semua kalori itu.

Di sisi keuangan, di hari kamis, sepulang kerja, di kamar kost dengan sebuah catatan, menghitung2 keuangan. Keuangan yang tak seberapa, tapi khan setia dulu perkara kecil baru Tuhan kasih perkara besar. Setia dulu di jumlah yang kecil baru Tuhan kasih jumlah yang besar ๐Ÿ˜‰

Aku berencana di tahun 2008 beralih dari menabung menjadi investasi. Dari tahun 2007 dah mulai beli buku mengenai investasi, udah dibaca, tapi tetap ga gitu ngerti hehehhe :P.ย  Aku sms Win, mau tanya2 soal saham, reksadana, obligasi dll, tapi sayang esia Win lagi ga aktif. Kemudian telpon Deasy (dua temanku ini kerja di bidang berbankan). Deasypun menjelaskan secara detail satu persatu.

Aku tidak perlu berkecil hati karena gak gitu tahu soal reksadana, saham dan teman2nya. Setidaknya ada kemauan untuk belajar. Berhubung sabtu mau ngumpul, Aku minta Deasy menjelaskan ulang hal tersebut.

Ngumpul di hari sabtu ga gitu rame, pinginnya nraktir teman2 terdekat saja. Toh kalo terlalu rame ngobrolnya jadi berkelompok.

Agak sebel juga karena si Paul ga bisa datang, dengan alasan kerjaan. Dia bilang sih diusahain kalo bosnya ga nyuruh masuk di hari sabtu. Jumat telponan, dia ngasih kabar si bos sms, sabtu masuk. behhhh…

Daniel ga bisa karena sakit, si Maro lagi di Jogja.

Ngumpul, sambil makan, ngobrolin resolusi di tahun 2008. Sandro pamer photo prewed lewat HP-nya. Calon istrinya cakep banget. Wah Sandro bener2 beruntung. Si kawan awal February bakal nikah.

Setelah makan, langsung “latihan nyanyi” di inul. ber-6 (Aku, Oboth, Deasy, Win, Sandro, Ober). Paling senior soal karaoke adalah Sandro, pilihan2 lagunya mantap punya. Dari Gerimis Mengundang sampe lagu batak. 3 jam berkaraoke ditutup dengan lagu “Rocker juga Manusia”.

Aku pulang ke tempat kk-nya Oboth (soale kostku udah tutup). Walaupun dah malam banget, Oboth minta aku mencoba baju yang dihadiahinnya, sekalian buka kado yang dikasih Deasy. Thank you ya sist…….:)

mmmhhh awal tahun yang menyenangkan…^__^

kepikiran, Temans

Obrolan tadi Malam

Ini merupakan hasil pembicaraan dengan seorang teman, sebutlah inisialnya “w”.

Setelah ngobrol topik dari Sabang sampai Merauke, timbul suatu topik yang tak pernah lupa dibahas bagi para jomblo yaitu tentang pencarian pasangan hidup yang sampai sekarang masih menjadi misteri ilahi.

W menceritakan bahwa dia sedang mendekati beberapa wanita, (beberapa berarti di atas 3 orang), dan dia bingung yang mana yang mau diseriusin. Yah aku bilang aja yang mana paling sreg. Lebih konyolnya lagi dia menjawab dia pingin semuanya. Yah tapi apadaya agama yang dianut tidak membolehkan poligami, dan aku juga yakin dia belum mampu menafkahi ketiganya, atau keempatnya :P.

W menginginkan semuanya karena satu orang mempunyai kelebihan dari yang lain, yang tidak bisa ditemukan di wanita yang satunya lagi.

Memang si W ini agak2 kemaruk.

W sharing selama ini teman2nya laki2 mengatakanย  kalau dia terlalu pemilih dan memasang standar terlalu tinggi.ย  W meminta pandanganku akan hal ini. Yah menurutku wajar dunk, kamu mencari seseorang yang bakal seumur hidup bareng, bukan cuma untuk teman nonton, atau teman cari buku di Gramedia.

W pun menyebutkan kriterianya satu persatu, dan mulai kami bahas. Aku meminta dia mengurutkan dari point yang paling utama buat dia, beri bobot untuk tiap kriteria. Nah lalu aku memberi masukkan padanya, buatlah tabel, beri point tiap wanita tersebut, nah siapa yang dapat point tertinggi yah itulah yang dikejar.

Secara kasar seperti di bawah ini;

kriteriawin2.jpg

Contoh tabel di atas adalah kriteria si W.ย  Dia menanyakan apakah kriteria itu terlalu berlebihan. Ya enggaklah…, tapi beberapakali temanku ini menekankan kriteria pertamanya yaitu cantik. Ya wajar untuk seorang laki-laki, tapi kalau aku bikin tabel, urutan cantik dengan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa harus ditukar, Takut akan Tuhan itu nomor satu dan cantik (fisik) itu terakhir, ibaratnya dapat yang cakep itu bonusnya aja, asal jangan pulak parah kali, asal tampangnya jangan bikin takut orang kalau di bawa ke keramaian, it’s ok lah ๐Ÿ™‚

Pemilih itu wajar, karena ini bicara untuk jangka panjang, (seumur hidup loh..).Bahkan Paul pernah mengatai aku udah mirip dukun, sempat bingung aku madsudnya apa. Katanya dukun itu punya banyak syarat makanya aku dibilang mirip dukun. hallaahhh…

Ga ada salahnya si W mendekati beberapa wanita, dan ga ada salahnya juga wanita membuka hati untuk beberapa pria yang mendekatinya, toh harus kenal dulu khan Ga ada salahnya juga kita buat tabel seperti di atas, memilih mana yang terbaik.

Lebih dari itu semua, pesan buat si W . Berdoalah, sebutlah Mawar I -IV dalam doamu, minta Tuhan reveal who is your future wife. Yang pasti Tuhan yang tahu terbaik untuk pasangan hidup kita… Setuju khan kawan….?ย  ๐Ÿ™‚