ga jelas, Gawe, Indah lagi Indah lagi

Semangat Kerja

Tergesa-gesa membuka file excel, menyiapkan claim bulanan, kurir DHL akan pick up dokumen hari ini, yahhhh…rutinitas bulanan yang harus dilakukan kecuali situ mau tagihan henpon bayar sendiri.

Claim untuk bulan Januari, membuat folder baru untuk claim di tahun 2014. Ini folder ke empat, tak terasa aku menjelang 4 tahun bekerja di sini.

Dan beberapa hari ini keadaan lagi dalam mood “senggol bacok”. Laporan-laporan yang kalau aku kerjakan membuat perut keram, stress dengan kondisi pasar sekarang, dollar yang ga bersahabat. Dan akupun buanyak sekali ngomel di kantor, diselingi buka lemari snack atau kulkas mencari makanan yang konon cerita orang bisa mengurangi stress.

Pukul dua siang, aku sudah terlanjur janji dengan satu agency, yang dapat kontak perusahaan kami melalui facebook fanpage, panjang prosesnya akhirnya berhasil menghubungiku di kantor, dan karena kegigihannya aku luluh juga untuk bertemu.

Bel kantor berbunyi, aku tau ini pasti agency yang sudah janjian untuk meeting, kerjaan lain masih banyak, tapi aku sedikit terkejut, yang datang dua orang dan yang satunya dituntun.

Ternyata selama ini yang berkali-kali email aku, dan tak satupun kubalas adalah seorang yang dituntun tadi.

Membuka meeting dia memperkenalkan diri, dan menjelaskan juga kondisinya, dia terkena glaukoma, sewaktu kerja tiba-tiba satu matanya black out dan perlahan satunya lagi juga sama dan akhirnya menjadi buta total.

Dan dia menjelaskan, bagaimana caranya selama ini dia menulis artikel, email, dan sms.

Saya mendengarkan setiap kalimat yang diucapkannya dengan antusias mengenai proposal dan ide-idenya,  sampai saya susah untuk memotongnya untuk menutup meeting, karena boss sudah whatsapp menunggu laporan yang lainnya.

Daaaannn.. setelah meeting selesai, saya masih tetap kerja dengan kesal dan stress, tidak tau harus menyalahkan siapa.

Posting ini aku tulis di commuterline pulang menuju Bekasi pukil sepuluh malam, setelah selesai nonton film Jack Ryan.

Sambil merenung kalau belakangan ini aku terlalu banyak bersungut-sungut, marah, kesal. Bertemu agency tadi siang yang masih begitu bersemangat dengan kondisi terbatas membuatku malu.

Aku masih bisa melihat, stress kerja, pulangnya masih bisa pergi nonton, bisa bermain dengan Kalev. Dan banyak hal yang bisa disyukuri.

Yang peluang depresi lebih besar adalah  mas dari agency tadi, tiba-tiba kehilangan penglihatan, tapi malah dia tetap giat bekerja. Bukan aku yang secara fisik sehat dan tampang kece.

Jadi apa alasanmu stress dan tidak semangat bekerja?

Advertisements
Gawe, pilem, Temans

Nonton Bareng WHD

Setelah punya Kalev bisa dihitung dengan jari berapa kali saya pergi ke cinema untuk menonton film.

Kali ini dalam rangka menjelang bulan puasa kami satu kantor mengadakan nonton bareng, ini kali pertama kami dengan formasi lengkapย  bisa ngumpul bareng di luar kantor.

Karena di kantorpun kami sangat jarang komplit hadir bersamaan. Mungkin kamu berpikir wajar bila karyawan banyakย  biasa hal ini susah dilakukan, tapi dengan jumlah karyawan 6 orang?ย  ๐Ÿ™‚

Bukan perkara film apa yang ditonton, tapi jadwalnya cocok apa tidak untuk semua seluruh 6 personil kece ini.

Kami nonton White House Down, cukup menghibur, buat jantung berdegup kencang melihat action om Chaning Tatum, tertawa terbahak dengan selipan joke-nya, ditambah mengepit paha menahan keinginan buang air kecil.

Saya tidak ingin membahas soal filmnya, tapi selama 3 tahun lebih bergabung di tempat kerja sekarang, dimulai dengan 2 orang karyawan dan sekarang 6 orang, hari ini adalah sejarah baru, kami bisa nonton bareng.

Sebelumnya saya tidak enak badan, sakit kepala, setelah usai nonton bareng, seketika lenyap.

Dan perjalanan pulang pun kelancarannya sepertinya sedang berpihak dengan saya. Melihat antrian taxi di FX cukup panjang, dan mengintip aplikasi sikremut posisi kereta di st. Sudirman sudah ready di Tanah abang, diputuskan jalan ke depan FX naik ojeg.

Entah apa merk motor yangย  saya tumpangi, lebar jok nya pas untuk diduduki, tinggi badan yang melebihi abang ojek membuat saya leluasa memandang ke jalanan depan.

Dinginnya udara malam, dengan rambut pendek yang berkibar karena ga pakai helm, saya tersenyum bahagia sambil menikmati suasana Sudirman di malam hari. Entah memang karena filmnya bagus, atau karena bisa nonton bareng, atau keduanya.. entahlah…

Sampai di jembatan st. Sudirman aku berjalan cepat menuju stasiun, tak sampai 5 menit Kereta tambahan menuju st. Manggarai datang, dan tepat di st. Manggarai kereta menuju Bekasi sudah menunggu. Ini disebut para roker (rombongan kereta) beruntung level combo. ๐Ÿ™‚

Dan masih menuju Bekasi, saya tulis postingan ini sambil berdiri tanpa pegangan (membuktikan saya sudah menjadi roker sejati, bukan cuma bisa ngetwit, nge-game, tapi update blog sambil berdiri di commuterline) :))

Postingan ini untuk mengingatkan saya dikemudian hari, saya sangat menikmati nobar hari ini.

Thank you Ety, Dita, Pandu, Ihsan dan Dhani. It was a good time…ย  ๐Ÿ˜€

image

Gawe, Indah lagi Indah lagi

Ada apa dibalik ‘kesialan’?

Setiap yang tidak enak itu ada ujungnya, entah makin tidak enak atau berubah menjadi lebih baik.

Tapi saya percaya, ada pelangi setelah hujan.

Yang disebut kesialanpun bisa berubah menjadi keberuntungan, itulah hidup.. Semua serba misteri….

Dulu awal ketemu dengan si bapak ini, saya tidak ada gambaran karakternya seperti apa, gayanya… Atau jujurnya tidak ada yang mengingatkan betapa ‘menakutkan’ untuk berurusan dengan dia.

Pertama kali ketemu di sebuah mall, betapa shock saya melihat penampilannya. Di bayangan saya, saya akan bertemu dengan seorang laki-laki paruh baya, dengan stelan jas yang rapi.

Tapi yang saya temui, seorang bapak-bapak (tidak gendut) pakai celana jeans, kaca mata hitam disangkutkan di kepala, kemeja keluar dengan lengannya digulung.

Sayapun memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tangan.

Itulah awal pertemuan saya dengan boss, bossnya saya. Boss untuk wilayah Asia tenggara. Ketika visit retail di sebuah mall.

Saya baru bergabung 1 bulan, dan jumlah pegawai di sini baru 2 orang, si teman ga kasih bocoran bagaimana karakter si bapak, si boss juga ga beritahu bossnya dia seperti apa.

Sayapun ‘kenyang’ ketemu si bapak ini, ditanya segala macam hal tentang penjualan, competitor, peluang ke depan dan lain-lainnya. Persoalannya dia akan menanyakan pertanyaan selanjutnya tanpa ‘mengijinkan’ saya untuk menarik nafas setelah menjawab pertanyaan sebelumnya. Dan kepala ini harus berpikir dobel, jawabannya dan bahasa inggrisnya.

Perjalanan dari kuningan ke harmoni, menuju kantor distributor untuk meeting terasa begitu lama.

Dan saya tetap belum tersadar seutuhnya bagaimana si bapak ini, sewaktu beliau menanyakan : ‘kamu ada turunan cina?’ dengan santainya saya menjawab : ‘tidak, apakah itu menjadi masalah?’ dan diapun terdiam.

Dan juga pertanyaannya :’kamu digaji berapa?’ sigeblek ini menjawab sambil disambung : ‘kenapa pak, mau ditambahi?’ jawaban bodoh macam apa itu… Karna sibapak langsung nyambar ‘apakah itu kurang? Karena saya tidak mau pegawai saya berkekurangan.’ Dengan lugas saya menjawab ‘cukup,  Pak’

Dari pegawai cuma berdua, dan sekarang ber-6. Saya yang paling ‘beruntung’ selalu punya kesempatan berurusan dengan bapak ini. Walaupun kedatangannya ke Jakarta tidak lebih dari 3x dalam setahun.

Dan setiap kali rencana kedatangannya diberi tahu, saya sampai termimpi-mimpi.

Setelah 2 tahun bergabung, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya. Saya menyukai pekerjaan saya, boss saya begitu baik, tidak ada alasan untuk mencari pekerjaan lain, kecuali kebutuhan akan pendapatan yang lebih.

Sayapun sudah menandatangani kontrak kerja di tempat baru. Dan saya menanti kedatangan boss di Jakarta untuk memberikan surat pengunduran diri, dan bertepatan untuk kunjungannya kali ini bersama dengan si bapak.

Buat saya untuk memberitau pengunduran diri 100x lipat lebih susah, gelisah dan menegangkan dibandingan sebuah wawancara pekerjaan.

Saya berencana memberitau rencana ini di hari terakhir kunjungan mereka. Dan 2 hari pertama saya jalani seperti biasa, meeting ini itu, diskusi ‘normalnya’ dengan si bapak.

Walaupun saya sudah tahu, tidak ada obrolan yang berakhir santai dengan si bapak ini, entah kenapa saya tetap ngajak ngobrol, rasanya canggung aja kalau diem-dieman.

Perjalanan dari harmoni menuju hotel mulia setelah jam kerja adalah perjalanan yang sesuatu bangettt macetnya. Kami bertiga di taxi diam membisu. Lalu sayapun mulai bercerita, kalau minggu lalu saya mengikuti sebuah seminar keuangan di gedung ini, sambil saya menunjuk sebuah gedung di dekat bunderan HI. Dan ternyata dari omongan saya itu jadi obrolan yang sangat panjang dan dalam yang tidak habis dibahas sampai kami turun taxi dan sampai di lobby hotel.

Mulai dari beliau bertanya apa isi seminarnya, siapa yang mengadakan, kamu bayar atau tidak.
Sampai kami berdebat mengenai kenaikan biaya pendidikan di Indonesia. Si bapak tidak percaya kalau di sini kenaikan per tahun itu bisa 20%. Dan sayapun bukan tipikal yes sir, atau nggeh2 doank.. Kalau saya tahu benar saya tetap ngotot (tipikal perpaduan wanita cerdas dan keras kepala :p) . Bahasan sampai nilai index, inflasi, bunga deposito, investasi, harga rumah. Pokoke pembahasan panjang di tengah kemacetan.

Entah menyesal membuka pembahasan tersebut, entah beruntung bisa berdiskusi dengan orang sepintar beliau :p susah dideskripsikan.

Setelah selesai meeting bertiga di mulia, sayapun pulang, dan sampai di rumah saya sms si boss menanyakan agendanya besok pagi, kalau kosong saya ingin bertemu sewaktu sarapan.

Saya tidak bisa tidur, gelisah memikirkan bagaimana menyampaikan ke boss saya. Dia begitu baik.

Pagi-pagi sesampainya di hotel Mulia, saya menunggu si boss setengah jam. Di antara tegang dan sambil menikmati pemandangan expat2 ganteng berlalu lalang di depan mata :p

Ternyata si boss sudah menebak, waktu saya berkata ‘kamu jangan marah ya…’ dan beliau langsung nyahut ‘kamu mau mengundurkan diri?’ dan wajahnya langsung berubah.

Kamipun menuju tempat entah di lantai berapa itu, sejenis executive longue atau apa.. Semuanya expat dan semuanya tampang boss. Cuma saya aja kacung kampreett yang datang ke hotel mulia naik omprengan dari Bekasi.

Berbicara 40 menit dengan si boss, tidak berhasil menemukan titik temu, boss berusaha untuk menahan, tapi saya tunjukkan ke beliau saya sudah tanda tangan di tempat baru. Ngalor ngidul tanpa ada yang jelas.

Dan si bapakpun muncul, dengan pakai sepatu kets, jeans dan polo shirt, sangat mencolok mata dibanding semua manusia di ruangan itu yang berpakaian stelan rapi.

Tanpa mengerti ketegangan obrolan kami, si bapak bergabung di meja. Sambil menyapa, mengambil posisi duduk yang nyaman, lalu nyeletuk bertanya ke saya ‘apa kah menikmati bekerja di sini?  beliau menyebutkan nama perusahaan kami. Boss saya pun menjawab ‘dia sedang mengajukan penduran diri’

Bila dengan boss saya 40 menit kami tidak mendapatkan ujung pembicaraan yang jelas, tapi dengan si bapak hanya butuh waktu tidak sampai 10 menit. Dan sayapun memutuskan untuk tetap bekerja di perusahaan ini.

Bila sebelumnya saya merasa kok cuma saya yang selalu berurusan dengan si bapak, kenapa saya yang harus sampai termimpi-mimpi bila si bapak mau datang, mungkin parahnya,  kenapa saya yang paling sial di antara teman kantor yang lain.

Ternyata segala yang saya anggap ‘kesialan’ menjadi suatu keberuntungan. Saya bisa negoisasi gaji baru langsung dengan boss asia
Tenggara, dan mungkin yang diberikannya melebihi kapasitas yang dapat ditawarkan boss saya.

Yang saya anggap kesialan ternyata menjadi menjadi kesempatan saya untuk dikenal oleh si bapak, ternyata selama ini beliau menilai saya.. Sampai sangaattt detail, beliau menjelaskan kenapa saya dipertahankan, apa yang dia lihat dari seorang indah sitepu dari semua obrolan dan perdebatan kami. (saya pun sangat tersanjung dan terharuuuuu…).

Dan beliaupun menantang agar saya bisa menunjukkan performa kerja yang lebih baik lagi.

Saat itu saya sedang menghadapi persoalan pribadi yang teramat pelik, tetapi saya percaya dalam hidup tak semuanya gelap pasti ada cahaya dari satu sisi kehidupan. Sewaktu saya merasa diperlakukan seperti sampah oleh seseorang dan saya percaya Tuhan memberikan penghiburan dan pernyataan melalui pujian dari seorang yang menurut saya sangat senior. Yang membuat saya tetap bisa bediri tegak. Bahwa saya adalah ciptaanNya yang berharga.

Dan saya belajar tidak ada yang namanya sial, kita tidak tahu proses apa yang kita hadapi, Ada apa nantinya dibalik kesialan kita, semua misteri.

Sekarang saya masih menjalani persoalan pribadi yang saya bilang pelik tadi, tapi dengan pengalaman perkara ‘kesialan’ yang saya hadapi dengan si bapak. Saya melihatnya dari sisi yang berbeda. Saya tidak mengasihani diri saya, Sayapun tidak sabar, kejutan apa yang sedang Tuhan siapkan buat saya, dibalik masalah ini ๐Ÿ˜‰

Gawe, jalan

Port Dickson

Awalnya saya tidak tahu di mana itu Port Dickson,malahan tidak pernah dengar. pertama kali mendengar Port Dickson adalah ketika menerima email akan diadakan gathering kantor se Asia Tenggara di Port Dickson, Malaysia. ย baru deh mengerti ohh Port Dickson itu ย di Malaysia ๐Ÿ™‚

Jangan beranggapan bakal ratusan orang berkumpul untuk gathering se – Asia Tenggara, total adalah 50 orang yang berkumpul, team dari Singapore jalan darat naik bis, sedangkan Vietnam, Thailand, Indonesia, naik pesawat.. (ya eyalah ya… jalan darat kapan sampe ๐Ÿ˜› )

Penerbangan team dari Indonesia, Vietnam dan Thailand disesuaikan agar tidak terlalu berbeda waktu sampai di Kuala Lumpur. Nahh team vietnam dan thailand di LCCT sedangkan team Indonesia di KLIA, kami menuju LCCT dengan menggunakan taxi kurang lebih 15 menit, karena bis yang menjemput kami standby di LCCT.

Seorang India berbadan tinggi, berkepala botak berkaca mata hitam sudah menunggu kami, pastinya dengan membawa tulisan nama perusahaan, kalau enggak mana kita tau itu Bapak nungguin kita hehehe…

Perjalanan dari airport menuju Port Dickson ditempuh kira-kira 30 menit, dengan kecepatan maks 80km/jam, kalau lebih dari 80 km/jam entar kena tilang. Driver ini suka sekali bercerita, segala macam cerita dari Pohon sawit sampai Kamasutra. ย -_-

Soal kelapa sawit, ternyata temen saya ada yang belum pernah lihat pohon kelapa sawit, yah tulen anak Jakarta, Nah kalo si driver itu memberikan alasan kita enggak lewat jalan toll untuk bisa lihat pemandangan perkebunan pohon sawit, buat saya bosen banget, hampir sama seperti perjalanan Rantau Perapat – Medan.

Hasil ย dari browsing Port Dickson, sepertinya tidak begitu spesial, jadi harapan satu-satunya adalah semoga hotelnya bagus dan menyenangkan, harap-harap cemas juga sewaktu sampai di Port Dickson.

Nama hotel yang kami tempati adalah Avillion Port Dickson, semua agenda dilakukan di hotel ini. Ternyata memang tidak ada apa-apa di Port Dickson untuk membeli air mineral saja butuh berjalan kaki 30 menit, itupun bukan sekelas 7-11, hanya warung yang dijaga engkoh bersinglet doank. Berhubung masih pumping ASI, butuh air mineral cukup banyak untuk cuci peralatan pompa ASI.

Ini nih yang saya gotong ke hotel, demi bawa oleh-oleh ASIP buat Kalev.

Oh ya untuk hotel Avillion buat saya cukup oke lah… iya lah gratis ini.. ๐Ÿ˜€

kamar menghadap laut, jalan menuju kamar bisa ketemu burung merak yang dilepas bebas di hotel

Saya berbagi kamar dengan Ety, tapi kok bukan dapat kasur twinbed, mungkin ini kamar cucok untuk yang hanimun, terbukti dari kamar ada jendela langsung ke kamar mandi, jad bisa lihat yang lagi mandi xixixiixixixix….

Tuh..kan shower-an bisa sambil ngobrol, kan ada jendela ke kamar ๐Ÿ˜›

Untuk hari pertama, acaranya bebas, berhubung keluar hotel juga tidak ada yang menarik untuk dilakukan, kita keliling hotel saja :P, ย ada spa dan cafe seperti gambar di bawah, tentu saya cuma lihat-lihat dan foto saja ๐Ÿ˜› spa-nya mihilll benerrr, berikut penampakannya.

Spa di lantai 1 dan di atasnya cafe, bisa nyantai di teras sambil menikmati aroma laut ๐Ÿ™‚

Agenda besok adalah team building, saya ย mengira kami akan berpanas-panasan di pantai dengan segala macam permainan, sayapun ย menyiapkan sepatu kets, dan ternyata 90% dilakukan di dalam ruangan, di ballroom hotel pula, yang pastinya ber-AC, pasti panitianya takut panas huehhehehe……

Kelompokpun dibagi, seperti biasa, naluri berkompetisi saya sangat kuat, pokoknya harus menang. Walaupun di tengah permainan saya agak putus harapan. kenapa ndah?? kecapean?? Bukan saudara-saudara. Team saya lebih sering memakai bahasa mandarin, dan saya nyaris tak mengerti sama sekali ๐Ÿ˜ฆ

Saya bertanya teman satu team dari Thailand, ternyata dia juga tidak bisa bahasa mandarin, jadi saya tidak sendiri hehehhe.. beberapa kali mengingatkan untuk mereka bicara dalam bahasa inggris (itupun ga janji saya ngerti semua xixixiixiixi .:P )

Satu permainan yang sangat berat, ini sudah saya prediksi pasti ada kalau di team building, team dibagi menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama diperlihatkan sebuah benda tanpa temannya melihat, dan kelompok pertama menjelaskan ke kelompok ke dua, mereka boleh saling berdiskusi, dan kelompok kedua menjelaskan ke kelompok ke tiga, apa yang mereka tangkap dari penjelasan kelompok pertama, tapi kelompok ke tiga hanya boleh mendengarkan saja, nahh sampailah kelompok tiga menjelaskan ke kelompok terakhir dan kelompok terakhir ini membuat apa yang dijelaskan kelompok ke tiga dengan peralatan yang telah disediakan panitia.

Wong saya pernah main ini dengan sesama orang yang jelas-jelas berbahasa ibu bahasa Indonesia saja, akhirnya bisa kacau balau. Nah bisa bayangkan ini dengan dialek Taiwan, Malaysia, singapore, Thailand, Indonesia sudah ditebak hasilnya seperti apa ๐Ÿ™‚

Walaupun dengan segala macam perjuangan ( ciehhhhh…..) team kami menang juara pertama .. YAYYYY !!!!! ๐Ÿ˜€

Sayang fotonya ga ada, lumayan juga hadiahnya, dapat headset, sampai rumah langsung cek harganya di website hihiihihiih ๐Ÿ˜›

Intinya di acara ini semua harus bergembira, untuk 50 peserta disediakan doorprize 25 biji, nah tuh.. kemungkinan menang 50%, tapi memang saya rezekinya ga lewat beginian, saya ga dapat doorprize, padahal nilai terendah S$100 dan ada LED TV 42″ dan uang tunai s$1400

Tapi seperti saya bilang tadi, semua harus happyย semua peserta sewaktu datang sudah dibagikan angpao senilai S$100 lumayanlahhhh… ๐Ÿ™‚

Malamnya kita ada acara di pinggir pantai, sekalian dinner dan free flow beer, pakai acara yang pastinya menghibur, dan makanan yang memuaskan perut ๐Ÿ™‚

selamat menikmati !!!!!!

Suasana yang menyenangkan, bisa menikmati matahari terbenam, menyantap makanan, menikmati hiburan, dan yang suka nge-beer bisa nge-beer sepuasnya…. dan bisa berinteraksi dengan teman-teman yang selama ini ga kenal, atau kenal nama saja, atau hanya kenal ย lewat email saja ๐Ÿ™‚

Sunset Dinner

Acara kelar jam 11 malam, tapi yang mau lanjut nge-beer sokk silahkan, emaknya Kalev balik ke kamar harus pumping, siapin oleh-oleh ASIP buat Kalev.

Semoga penjualan tahun ini baik, biar bisa dapat bonus, dan gathering lagi dengan teman-teman se-Asia Tenggara. ( AMIEEENNNN…… !!!!)

Eitssss… tapi suatu postingan dengan banyak gambar, seperti sayur tanpa garam kalau tidak ada ย foto narsis emak Kalev, nihh jurus bangao biar jualan makin josss dan sippp … ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Jurus Bangao Mommy Kalev ๐Ÿ˜‰
Gawe, hobbies, jalan, Uncategorized

Kerjaan Baru

Gak syah rasanya kalau kerjaan baru ga di-posting. Walaupun sudah satu bulan bekerja di tempat yang baru tapi tak apa berbagi cerita di blog sendiri.

Begitu banyak yang terkejut aku resign dari kerjaan lama, yang terkejut sih dealer-dealer yang aku tangani, karena mereka menganggap aku sudah betah banget, happy and enjoy di kerjaan lama.

Sebenarnya beberapa bulan terakhir sudah pingin pindah kerja, tapi berhubung faktor idiealisme dan juga faktor kebutuhan finansial, jadi pindah bukanlah hal yang gampang. Apalagi dengan urusan Mr. grey , COP dari kantor yang harus diselesaikan atau dilunasi sewaktu resign.

Mr. Grey adalah pertimbangan besar untuk bertahan, sampai suatu waktu berpikir, Kalau Tuhan memang inginkan saya keluar dari tempat ini, dan menyediakan pekerjaan di tempat lain, urusan printilannya termasuk Mr. Grey juga akan Tuhan bantu selesaikan.

Soal idealisme, aku pingin kerja yang aku suka untuk kerjakan, jadi benar dikerjakan dengan hati, dan juga ingin tetap kerja di perusahaan pemegang merk, bukan di perusahaan distributor-nya.

Tidak gampang memang, tapi kalau Tuhan sudah buka Jalan siapa yang bisa menutup? ๐Ÿ˜‰

Sewaktu hati sudah empet banget di kerjaan lama, tiba-tiba handphone berdering, ternyata panggilan interview, ah senengnya luar biasa, udah pake lompat-lompat segala, padahal masih interview loh xixixixiixi ๐Ÿ˜›

Pertanda baik pertama, yang interview adalah cewek, masih calon atasanku, sudah menikah dan punya anak. Kalau boss anda cewek dan masih single nah itu agak2 pertanda buruk ๐Ÿ˜›

Dan dia bilang dia suka personality-ku ๐Ÿ™‚ ya iyalah Indah gitu yahhh… hhihiihihih

Menanti panggilan interview ke-dua, lumayan lama, berhubung calon boss (yang sekarang jadi bossku) berkantor di Sg, jadi hanya sebulan sekali ke Jakarta. Sempat kepikir enggak dipanggil lagi, tapi ternyata nerima email, cihuuuyyyy interview keduapun dijalanin.

Interviewnya di Hotel Mulia, sambil sarapan bareng, suasana-nya nyantai banget. Di sini sudah ditanya ekspektasiku berapa untuk salary, sudah sangat rapi kusiapkan dan di-print, berapa gaji, tunjangan, bonus dan lain-lain dan aku terbuka kenaikan berapa % yang aku harapkan di kerja baru.

Dan pertengahan bulan Juni, berdua dengan kakak berlibur ke Sg, sewaktu iseng iseng buka email, ternyata ada email dari kerjaan baru, yang minta untuk ngisi form dan mengatur pertemuan untuk finalisasi paket gajinya, aku balas kalau formnya tidak bisa aku isi sekarang, karena koneksi internet yang terbatas karena lagi liburan di Sg.

Tak diduga tak disangka, calon boss menanyakan apakah memungkinkan untuk bertemu.

Akhirnya janjian ketemuan di Suntec City.

Dengan ransel, dan pakaian nyantai aku dan kakak jalan dari Bugis ke Suntec City. Kita sudah check out,ย  jadi bawa ransel, oh ya kita gaya hemat liburannya jadi bawa ransel aja ๐Ÿ™‚

Kakiku lecet dan melepuh, karena sehari sebelumnya jalan ke universal, mungkin karena hujan-hujanan kulit kaki jadi gampang melepuh. Sewaktu jalan ke Suntec City pakai sandal jepit, karena beberapa jari melepuh.

Sesampainya di sana, kakakku bilang kalau masih ada sepatu, pakai sepatu walaupun casual tapi lebih sopan.

Kakakkupun menunggu di tower yang berbeda, jadi dengan kaki yang sakit, berjalan dengan sangat perlahan aku janjian untuk interview.

Selesai ngobrol dan sepakat dengan paket yang diberikan, akupun kembali ke tower di mana kakakku menunggu, kali ini berbeda berjalan lebih ringan dan kaki yang melepuhpun tak terasa lagi.

Memang benar hati yang gembira mengalahkan sakit apapun ๐Ÿ˜›

Sewaktu kembali ke Jakarta rasanya happy banget, liburan yang menyenangkan, dengan budget yang sangat terbatas, kemudian pulang-pulang dapat kerjaan baru… Senangnya luar biasa ๐Ÿ˜€

ohh ya kerjaan baruku jobdesk sama persis dengan kerjaan lama, hanya saja beda product, kemarin printer laser, sekarang networking product. Harus belajar dari awal lagi sih, tapi gapapa, fisika quantum aja pernah dipelajari soal product baru pastilah bisa…. ๐Ÿ˜‰

Oh ya masalah Mr. Grey pun terselesaikan, aku memindahkan kreditnya ke Bank, dan melunasi yang dikantor lama, tiap bulan bayar cicilan ke Bank, aku sudah perhitungkan ini sewaktu membicarakan paket gaji di tempat baru.

Dan seperti biasa kerjaan baru kost baru,ย  kostpun pindah tepat di belakang kantor baru, jadi sekarang ngekost di setiabudi.

Hati senang kerjaan baru, semangat baru, tantangan baru…

Soal finansial yang penting bisa bayar cicilan mobil, bayar kost, dan makan setiap harinya.. ๐Ÿ˜€

Thanks God untuk semuanya..

Nah posting ini menjawab tuntutan dari mbak satu ini yang menanyakan kabarku, so hutangku lunas ya.. hhihiihih ๐Ÿ˜›

ga jelas, Gawe

Myumyetttt

Mau nyampahhhhhh nihh…

Sekarang lagi di Denpasar, ada pameran NIX yang berlangsung sampai tanggal 3 nantai di Galeria.

Seneng sih seneng, tapi tiba2 hari selasa malam di sms bos, biar pulangnya dimajuin, dari GA 411 jadi GA 403 hari minggu, aku harus ikut kick off ke Sg, berangkatnya juga minggu sore.

Harus????

nahh ini artinya penting, dan tiba-tiba pulak disuruh bikin presentasi yang harus dibawakan kick off nanti. OMG…. pingin cubit-cubit deh that singaporean, kenapa harus tiba-tiba ๐Ÿ˜ฆ

Sebelumnya dibilang aku ga ikut kick offย  ini.

Untung masih bisa diubah jadi GA 403,ย  yang awalnya masuk waiting list. Trus nanti aku dengan sukses nunggu lima jam di airport nunggu SQย  961.

Masih berkecamuk dengan posting sebelumnya.

Aku ngerjain retail strategy, bikin presentasi pake bahasanya mereka, tapi aku dapat tak jauh beda sama TKI yang jadi pembantu di sana. ๐Ÿ˜ฆ

Ah Indah … jangan ngeluh gitu donnkkkkkkk……..

Tak semua orang punya kesempatan seperti dirimu, buktikan dirimu bisa, ayo Indah tunjukkan pada Singaporean ituhhhh kalo kamu pantas mendapatkan salary adjusment yang OK.. ๐Ÿ™‚

Tja you…..

(sekedar curhat.. di saat otak buntu ngerjain presentasi….)